profil pelajar pancasila

Profil pelajar pancasila itu yang kayak apa sih? Apa kamu pernah mendengarnya?

Belum pernah?

Kalau gitu, kamu wajib baca tulisan ini sampai selesai.

Mamak pertama dengar istlah ini awal Februari 2021, saat Mendikbud Nadiem Makarim meluncurkan program sekolah penggerak. Dimana output yang diharapkan dari program sekolah penggerak adalah profil pelajar pancasila

Baca juga : Program Sekolah Penggerak

Bulan Juni ini, Mamak jadi salah satu admin kegiatan pembelajaran daring bagi guru-guru sekolah penggerak. Jadinya Mamak ikutan belajar juga. Salah satu materi yang dipelajari adalah mengenai profil pelajar pancasila. Tulisan ini Mamak ambil dari salah satu modul ajar yang digunakan dalam pelatihan, dengan sedikit melakukan modifikasi di beberapa bagian.

Asal Mula Profil Pelajar Pancasila

Awal mula muncul istilah ini adalah adanya satu pertanyaan besar, yaitu apa karakter dan kompetensi pelajar yang ingin dihasilkan sistem pendidikan Indonesia? Tak hanya orang tua yang mempertanyakan hal ini, bahkan anak-anak pun sering bertanya, walau sebagian hanya dalam hati, apa sih gunanya sekolah? Jawaban umum yang sering di dengar adalah, anak sekolah supaya jadi pintar.

Apakah memang hanya untuk pintar secara akademik saja? Asal nilainya bagus, tak peduli bagaimana cara meraih nilai itu?

Jadi beranak pinak kan pertanyaannya. OK, kita kembali ke pertanyaan awal tentang karakter dan kompetensi pelajar yang ingin dihasilkan sistem pendidikan di negara kita. Jawaban atas pertanyaan ini yaitu Profil Pelajar Pancasila yang dirumuskan melalui kajian literatur, diskusi terpumpun, dan uji publik dengan melibatkan pakar di bidang Pancasila, pendidikan, psikologi pendidikan, dan perkembangan, serta pemangku kepentingan pendidikan.

Profil Pelajar Pancasila merupakan upaya menerjemahkan visi dan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang dan dicita-citakan para pemimpin bangsa ke dalam lembaga pendidikan serta visi misi Presiden.

Visi dan tujuan pendidikan Indonesia, bisa dilihat di pembukaan UUD NRI tahun 1945 alinea ke-4 dan UU Sisdiknas pasal 3. Fungsinya adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Profil Pelajar Pancasila bertujuan mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian. Perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 

Penamaan Profil Pelajar Pancasila bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap individu pelajar. Pancasila adalah satu kata yang paling sesuai untuk merangkum seluruh karakter dan kompetensi yang diharapkan untuk dimiliki setiap pelajar Indonesia.

Dimensi-Dimensi Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila dirumuskan sebagai:

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” 

Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat, kompetensi global, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Dengan mengacu kepada hal tersebut, maka disusunlah dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu:

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.
  2. Berkebhinekaan Global
  3. Mandiri
  4. Bergotong Royong
  5. Bernalar Kritis
  6. Kreatif
profil pelajar pancasila

1. Beriman dan Bertakwa Kepada Tuhan YME

Untuk menumbuhkan Profil Pelajar Pancasila; Beriman dan Bertakwa Kepada Tuhan YME dimulai dari pemberian arahan, pemahaman serta pembiasaan siswa baik di rumah, sekolah atau lingkungan masyarakat. Beberapa hal yang bisa diterapkan di sekolah dalam kegiatan belajar mengajar dari pemberian materi agama, melatih keikhlasan dengan membantu orang lain, menggalang donasi setiap hari Jumat, hingga membiasakan diri untuk berperilaku 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun) di lingkungan sekolah.

Beberapa kebiasaan kecil ini diharapkan dapat menumbuhkan perilaku baik pada diri siswa serta kebiasaan menghormati orang lain.

2. Berkebhinekaan Global

Melalui profil/karakteristik kebhinekaan tunggal, diharapkan siswa dapat menjaga budaya luhur, lokalitas dan identitas serta berpikiran terbuka ketika berinteraksi dengan budaya lain. Artinya, siswa bisa mempertahankan budayanya sendiri tanpa harus menolak atau tidak menghargai budaya lain.

Dalam hal ini, upaya menumbuhkan profil Pancasila bisa dilakukan melalui pembelajaran antropologi atau kegiatan yang mengenalkan budaya asli, seperti ekstrakurikuler tarian daerah. Dengan begitu, diharapkan siswa dapat menyadari bahwa setiap daerah mempunyai budayanya sendiri dan mereka tidak kaget ketika harus berhadapan dengan budaya lain di lingkungan berbeda.

3. Gotong Royong

Gotong royong merupakan karakteristik atau budaya Indonesia yang harus dipertahankan. Gotong-royong sangatlah penting untuk mencapai tujuan bersama dari kerjasama yang baik. Jangan sampai perilaku gotong royong hilang dalam era kompetitif seperti saat ini.

Untuk menumbuhkan gotong-royong dan rasa saling menghormati pada siswa, guru bisa menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, misalnya melalui metode belajar diskusi.

Sekolah juga bisa mengadakan kegiatan bersih-bersih atau kompetisi kelas terbersih untuk membuat siswa dalam satu kelas bekerja sama membersihkan kelas mereka masing-masing, demi mencapai tujuan bersama, yaitu memenangkan kompetisi. Guru berperan aktif dalam memotivasi siswa agar dapat bekerjasama yang baik.

4. Mandiri

Untuk melatih kemandirian siswa di sekolah, dibentuklah kegiatan ekstrakurikuler yang memang ekspert melatih kemandirian siswa, seperti ekstrakurikuler Pramuka, Paskibra dan lainnya. Sekolah dapat mewajibkan siswa untuk mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

Dalam kegiatan pembelajaran di kelas pun, guru dapat melatih kemandirian siswa misalnya dengan mengumpulkan tugas tepat waktu, memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu, serta memberi punishment atau hukuman bagi siswa yang tidak disiplin.

5. Kreatif

Kreativitas dalam diri seseorang membuat kehidupan lebih baik dan cenderung menghasilkan sesuatu yang unik serta mengubah perspektif banyak orang. Kreativitas juga membuat seseorang melihat kehidupan dalam sudut pandang yang berbeda dan membantu memecahkan masalah dengan cara kreatif.

Guru berperan penting untuk menumbuhkan kreativitas siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara memberi kebebasan penugasan pada siswa untuk mengasah kreativitas mereka. Artinya, siswa dapat menentukan pembelajaran sesuai dengan minatnya masing-masing, dan guru dapat memberikan dasar serta konsep materi dalam kurikulum

Selain itu, siswa juga bisa diberi pemahaman pelajaran seni budaya dan melakukan praktik yang menumbuhkan kreativitas, misalnya praktik melukis, membuat batik dan pembuatan karya lainnya.

6. Bernalar Kritis

Di era globalisasi yang penuh dengan kompetisi yang ketat ini, pendidikan harus diarahkan ke peningkatan daya saing agar bangsa Indonesia dapat berkompetisi secara global. Pendidikan di sekolah bukan hanya pemberian pemahaman konsep ilmiah saja, tetapi yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau bernalar kritis siswa.

Bernalar kritis artinya proses berpikir untuk mendapatkan dan mengubah informasi menjadi keputusan atau kesimpulan yang tepat, dan membantu siswa memecahkan masalah dengan baik. Hal ini tidak bisa diajarkan sekali, tetapi membutuhkan waktu lebih lama. Oleh sebab itu, siswa perlu dilatih dan dibiasakan untuk berpikir kritis. Setiap pembelajaran di sekolah diharapkan dapat meningkatkan kecakapan hidup dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Mari Kita Bantu Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

Bagus banget kan ya cita-cita akhir sistem pendidikan di negara kita ini, mewujudkan profil pelajar pancasila. Jadi memang belajar itu sepanjang hayat, tidak hanya saat menjalani pendidikan di sekolah/kampus.

Sebagai orang tua, tentu kita juga akan senang jika anak-anak memiliki enam dimensi profil pelajar pancasila ini. Jadi kalau ada anak yang mempertanyakan buat apa sekolah, jangan lagi di jawab supaya pintar ya. Ganti menjadi supaya kamu jadi pelajar pancasila. Siapkan juga jawabannya kalau si anak lantas bertanya apa itu pelajar pancasila.

By Nara

35 thoughts on “Profil Pelajar Pancasila, Tujuan Akhir Sistem Pendidikan Indonesia”
  1. Belajarnya anak sekarang makin kompleks ya? Ini mungkin tidak terlepas dari orang tua yg juga mulai kompleks dan tuntutan zaman yg juga tidak kalah kompleks. Dg profil pancasila maka akan jelas roadmap pendidikan Indonesia akan dibawa kemana.

  2. Setelah baca tulisan ini saya lebih melek rasanya kak, emang bener Profil Belajar Pancasila ini bagus buat diterapkan untuk sistem belajar anak apalagi cara belajar sekarang juga semakin berkembang mengikuti jaman. Nggak salah emang kalo jaman dulu disusunlah Pancasila sebagai dasar negara

  3. Jadi ini semacam pengganti PMP gitu ya Mbak? Memang sih ya anak jaman dulu dengan PMP nya jauh lebih sopan dan sungkan terhadap orang tua, hihihiii …

  4. Bagus banget output yang diharapkan dari program sekolah penggerak ya kak, setuju gak hanya perlu pintar saja tetapi sesuai profil pelajar pancasila agar diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara semakin maju dan berkembang lebih baik ya kak. Semoga bisa terwujud dengan baik,.. AMin..

  5. Aku baru dengar ini Pelajar Pancasila. Masuk dalam Program Presiden yang Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) kah ini?

    “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Bagus ini profilnya.

  6. 5 dimensi di atas sangat mewakili profil pelajar Pancasila. Ini adalah kerja keras yang akan membawa Indonesia jadi lebih baik. Implementasinya yang mungkin agak keteteran jika pandemi ini belum berakhir. Karena orangtua tak bisa melakukannya sendiri.
    Oh iya, mungkin perlu juga nih penataran untuk para orangtua. Say alihat banyak yang jiwa pancasilaisnya sudah tergerus banyak.

  7. Wih keren ini programnya buat makin memperkuat rasa nasionalisme pada generasi muda
    Sebenarnya penerapan Pancasila ini sering kita lakukan dalam kehidupan seharihari kok, mulai dari rajin beribadah, bersikap sopan santun, mentaati peratiran lalu lintas, dll.
    Selamat ya para pelajar Pancasila, jadilah contoh untuk generasi muda yang lain

  8. Niatnya mulia, baik. Semoga profil pelajar Pancasila yang digaungkan benar-benar tercapai. Saya yakin Indonesia akan semakin maju kalau generasi mudanya mampu mencapai profil yang dicita-citakan.

  9. Waaahh…saya sendiri baru tau nih ada istilah Pelajar Pancasila. Semoga para pelajar bisa mencapai tingkatan ini. Mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Tidak hanya dibaca saat upacara bendera tapi benar-benar tergambar dalam kehidupan sehari-hari.

  10. Dari enam dimensi profi pelajar Pancasila, saya fokus ke nomor satu, karena ini erat kaitannya dengan agama. Setuju sekali kalau ini berada di nomor satu. Apapun, yang utama adalah agama bagi anak-anak Indonesia agar generasi kita makin bagus akhlaknya.

  11. Saya baru tahu ada yang namanya Pelajar Pancasila, semoga nilai-nilai luhur bisa diterapkan ya, terutama untuk poin nomor 1, Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia. Karena kalau yang utama itu sudah dijalankan, semua nilai positif lainnya juga akan mudah untuk terbentuk

  12. Semogaaa generasi muda Indonesia bisa punya semangat/jiwa/ dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila, yaitu:
    Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.
    Berkebhinekaan Global
    Mandiri
    Bergotong Royong
    Bernalar Kritis
    Kreatif

  13. Setuju poin-poin dalam pelajar Pancasila ini, anak dituntut nggak hanya pintar akademik saja tapi berakhlak mulia, mandiri dan bertoleransi terhadap perbedaan di Indonesia

  14. Bagus sekali Profil Pelajar Pancasila.
    Harapannya semua anak Indonesia memiliki budi pekerti yang baik sesuai dengan Pancasila dan juga memiliki daya saing luar biasa sesuai dengan bidang keahliannya karena sudah dilatih nalar yang kritis sejak kecil.

  15. Sebagai bangsa yang multikultural, sangat penting untuk saling menghormati dan menghargai ya mbak
    dengan adanya Profil Pelajar Pancasila ini, generasi mendatang pasti lebih bisa hidup berdampingan dalam perbedaan

  16. Kalau pelajar kita memiliki 6 pilar itu aku yakin pelajar kita pasti akan lebih baik lagi ya. Karena jujur ya aku kadang miris lihat pelajar sekarang ini. Semoga program mas menteri ini berjalan dengan baik dan bisa menghasilkan anak-anak pelajar berpancasila ya.

    1. Harapannya pelajar pancasila ga sekedar hapal pancasila tapi diimplementasikan ya mba, biar korupsi hilang. Korupsi melanggar semua sila pancasila tapi banyak kasus korupsi anyep kayak kasus bansos. Maaf klo komen ga nyambung abis sy gregetan, pancasila dasar negara harus diimplementasikan tapi publik figure pemerintah ga jdi contoh yang pancasilais kecuali sekedar teori dan jargon.

    2. Dengan diadakannya kegiatan untuk profil pelajar pancasila ini bisa membangkitkan rasa nasionalisme ya Mbak. Kayak pelajaran P4 seperti jaman kita dulu gituu..

  17. Bernalar kritis artinya proses berpikir untuk mendapatkan dan mengubah informasi menjadi keputusan atau kesimpulan yang tepat, dan membantu siswa memecahkan masalah dengan baik. >> setuju banget bagian yang ada pada kalimat penutup ini

  18. Menarik ini, program sekolah penggerak yang output-nya diharapkan mampu mencetak profil Pelajar Pancasila sebagai tujuan akhir sistem pendidikan Indonesia. Tentu akan meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda yang kian hari kini kian meluntur.

  19. Setuju sama postingan ini. Karena aku miris banget lihat anak-anak sekarang lebih hafal nama-nama youtuber ketimbang hafal pancasila. Apalagi jalanin sila-silanya kali ya. Sering lihat aku di Tiktok mbak. Huhu.

  20. bagus gerakan ini apalagi di tengah situasi serangan budaya luar melalu gadget yang menyerang anak muda kita, mungkin banyak yang gak hapal lagi pancasila yah

  21. Setuju banget anak sekolah tujuan utamanya bukan untuk pintar saja, tetapi anak harus punya kemampuan secara akademik dan memiliki budi pekerti yang baik. Sesuai tujuan pendidikan yaitu pelajar Pancasila. Memiliki keimanan kepada Tuhan, kreatif, saling membantu sesama teman, mandiri dan berkebhinekaan global. Semoga pelajar Indonesia menjadi pelajar Pancasila yang baik. Amin.

  22. Yang terpenting sih bagaimana kita semua mengimpletasikan nilai2 pancasila ke kehidupan sehari2 yaba selain hanya berupa teori di dunia pendidikan

  23. Bagus juga sih jika semua profil bisa dilakukan oleh setiap pelajar di Indonesia. Karena Indonesia adalah negara yang kaya adat dan budaya. Cuma yang kadang bikin geram itu menyoal senioritas dalam pendidikan. Yang seringkali sampai mengorbankan jiwa seseorang. Semoga hal itu dihapuskan.

  24. Wah saya baru tau tentang profil pelajar Pancasila loh mbak, baru tau dari tulisan ini. Jadi sekarang pelajar enggak difokuskan untuk nilai ya, tapi juga harus punya kemampuan berpikir kritis. Semoga dengan adanya profil pelajar Pancasila ini kemampuan berpikir kritis seorang pelajar tidak terhalang oleh guru yang tidak profesional ya.

  25. Aku termasuk setuju loh pelajaran Pancasila diberikan secara konsisten sampai besar untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Kalo bukan kita siapa lagi nantinya yang menjaga eksistensi keberadaan negeri ini.

  26. Terima kasih kepada founding father negara ini yang telah merumuskan Pancasila dengan sedemikian bagusnya. Yang pertama dan paling utama adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME (Allah SWT). Ini yang melandasi semuanya. Sehingga pelajar Indonesia pun gak boleh lalai pada tujuan itu. Semoga kita bisa turut mencetak pelajar-pelajar Indonesia dengan lebih baik, ya.
    Terima kasih sharing ilmunya, Mbak 🙂

  27. Memang baiknya pembelajaran tentang Pancasila dilakukan pada generasi sekarang agar pemahaman yang didapatkan lebih optimal. Anak-anak bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *