Press "Enter" to skip to content

Stimulasi Cerdas dan Kreatif Anak Usia 4 Tahun

Halo sahabat Mamak! Semoga dalam kondisi sehat dan diberi stock sabar yang melimpah ya menghadapi tingkah polah anak-anak yang kadang lucu menggemaskan, kadang menjengkelkan dan bikin pengen ngomel aja. Eh, daripada ngomel mending baca tulisan terbaru Mamak ini. Judulnya udah bikin penasaran atau belum ya? Stimulasi cerdas dan kreatif anak usia 4 tahun

Kita semua tahu, bahwa anak-anak itu membutuhkan nutrisi dan juga stimulasi untuk mendukung tumbuh kembang optimalnya. Anak yang dikasih makanan bernutrisi tinggi tapi nggak pernah diajak ngobrol, dibiarkan main sendirian, tentu saja tumbuh kembangnya tak akan optimal. Demikian juga anak yang ditemani main terus, diajak bercanda, tapi makanannya nggak diperhatikan, maka tumbuh kembangnya tidak akan optimal.

Kali ini, Mamak akan membahas cara memberi stimulasi cerdas dan kreatif pada anak usia 4 tahun. Ada yang punya anak berusia 4 tahun? Sama dong, bungsu Mamak, si Toto usianya saat ini juga 4 tahun.

Sebelum membahas memberikan stimulasi cerdas dan kreatif, kita kenali dulu tanda-tanda anak yang cerdas dan kreatif saat usianya 4 tahun.

Jangan Membandingkan Tumbuh Kembang Anak

Dulu, waktu masih punya anak 1, Mamak ini suka membandingkan anak Mamak dengan anak-anak tetangga seusianya. Perbandingannya dalam hati aja kok, mengamati tumbuh kembang mereka. Tenang, Mamak masih tetap berusaha untuk tak membandingkan kemampuan anak secara lisan di hadapan mereka. Mamak masih terus berusaha untuk jangan sampai terucap “Kamu ini, masa gitu aja nggak bisa, lihat tuh si A udah pinter banget pakai celana sendiri”

Eh, tapi ternyata, walau membandingkannya hanya di dalam hati, efeknya tetap nggak bagus lho. Mamak jadi sedih kalau lihat anak tetangga udah bisa rapi mewarnai di kertas, sementara anak Mamak masih aja bikin coretan nggak jelas di dinding. Mamak jadi merasa hebat kalau anak Mamak udah bisa ngingetin emaknya ini agar tak buang sampah sembarangan, sementara anak tetangga seenaknya aja buang bungkus permen di halaman rumah Mamak. Tuh kan, jadi peluang masuknya bisikan setan buat menjadikan Mamak ini sombong.

Kurang dari anak tetangga bikin sedih. Lebih dari anak tetangga, bikin sombong. Nggak bener semua kan ya. Makanya, lalu Mamak mengubah jalan hidup Mamak. Nggak boleh lagi membandingkan anak Mamak dengan anak tetangga. Bandingkan tumbuh kembang anak dengan buku KMS aja.

Tahu buku KMS kan? Itu lho buku yang dikasihkan pada ibu hamil untuk memantau kehamilannya dan juga anak balitanya. Kan ada tuh di buku itu perkembangan anak usia 1-12 bulan. Nah, patokannya di situ aja buat ngamati tumbuh kembang anak, termasuk juga bagaimana memberi stimulasi agar anak tumbuh cerdas dan kreatif.

Selain dari buku KMS, bisa juga dari baca-baca tulisan para psikolog, terutama psikolog anak. Mereka ini kan udah lama belajar sampai disebut psikolog, jadi ilmunya pasti bisa dipertanggungjawabkan.

Kenali Tanda Anak Cerdas

Nah, kali ini, Mamak mengutip penjelasan dari Psikolog anak, yaitu Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si. Menurut beliau, tanda cerdas dan kreatif pada anak berusia 4 tahun dapat di lihat jika anak memiliki kemampuan untuk :

  • Paham bahwa jika ia melakukan sesuatu maka akan ada akibatnya. Contohnya ketika ia menumpahkan isi gelasnya, maka ia tahu bahwa setelahnya ia akan diminta mengepel lantai. Tentu saja ini sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di rumah ya. Kalau anak menumpahkan isi gelas lalu ART yang bersihkan tumpahan airnya, akan beda lagi ceritanya.
  • Dapat menyebut nama lengkap, usia, dan jenis kelaminnya. Jadi ia bisa memperkenalkan diri kepada teman atau gurunya.
stimulasi cerdas dan kreatif
Belajar memperkenalkan diri

Nah itu tanda anak usia 4 tahun yang cerdas dan kreatif. Selanjutnya kita bahas bagaimana cara memberi stimulasi agar potensi cerdas dan kreatif anak dapat berkembang secara optimal.

Cara Stimulasi Potensi Cerdas dan Kreatif Anak Usia 4 Tahun

Stimulasi yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan potensi prestasi cerdas dan kreatif pada anak usia 4 tahun adalah:

  • Buat kesepakatan dengan anak tentang berbagai hal yang akan terjadi jika ia melakukan sesuatu. Misalnya jika ia membuat lantai kotor, maka ia harus menyapu. Atau setelah bermain, ia harus membereskan mainan.
  • Ajak si kecil mengingat-ingat nama lengkapnya, juga usia dan jenis kelaminnya. Perkenalkan dulu, lalu ajak ia mengulangi mengatakannya. Lakukan roleplay, yaitu mencoba melakukannya di rumah di depan anggota keluarga lain.
stimulasi cerdas dan kreatif
Jika minumannya tumpah, apa konsekuensinya?

Nah itulah cara memberi stimulasi agar potensi cerdas dan kreatif anak usia 4 tahun dapat berkembang dengan optimal. Semoga bermanfaat.

Salam

Mamak Pintar

15 Comments

  1. Stimulasi untuk anak pun berbeda ternyata ya, kak. Harus disesuaikan dengan usia rupanya. Jadi harus rajin membaca dan mencari tahu mengenai tumbuh kembang anak biar enggak salah ya

  2. Stimulasi tiap anak memang bedabeda
    Karena itu wajib banget orang tua mengenali minat dan bakat anaknya kemana
    Dan ini bener banget, anakanak harus paham tentang konsekwensi sejak dini
    Agar dia mengerti bahwa setiap keputusan harus dipertimbangkan dengan baik

  3. Saya sangat setuju untuk tidak membanding-bandingkan tumbuh kembang anak. Karena sering sekali akibat membandingkan itu, ibunya jadi tertekan

  4. benar banget tuh Mbak, stimulasi bisa kita tumbuhkan dari kebiasaan-kebiasaan sehari-hari, nanti juga jadi berguna buat mereka, bisa jadi mandiri juga kan nantinya..
    anak-anakku juga gitu, kalau numpahin sesuatu udah deh langsung cepat-cepat cari lap, walau nanti kembali lagi emaknya yang tetap harus lap dengan benara sih.
    kalau habis main wajib beresin sendiri mainannya 😀

  5. Jadi antara nutrisi dan stimulasi harus seimbang ya, biar tumbuh kembangnya jadi lebih maksimal.

    Stimulasi setiap anak pastinya berbeda ya. BTW, kalau anak kecil udah bisa tiktokan, itu stimulasinya bagus gak hahahahaha

  6. Shyntako Shyntako

    dulu saat anak masih balita, saya masukkan ke paud dengan sistem montessory, jadi anak distimulus sensorynya, diajarin cara menuang minuman, memegang sendok garpu, memegang pensil, belajar menggunting, yang ternyata bagus banget untuk kecerdasan anak

  7. Hihihi.. mamak-mamak life ya kan mba nanik. Kalo anak lebih dari anak lain rasanya ada seberkas sombong. Tapi gak pernah ngeliat kelebihan mamak tetangga untuk dicontoh.. wkwkwk
    Stimulasi memang paling penting untuk tumbuh kembang anak kita .
    Oh ya, kalo di rumah memang yang paling mudah dibanding menyuruh anak adalah dengan memberi contoh ya kan mba..

  8. semakin anak cerdas maka otaknya lebih aktif daripada mulutnya.. akan tetap kecerdasan anak itu banyak sekali seperti sensorik, motorik, dan lainnya

  9. Ya Allah… saya sering secara sengaja atau tidak sering membandingkan pertumbuhan anak. Duh…berdosa banget ya..hehe…aku izin share di facebook dan grup guru ya Mbak….keren banget nih artikelnya

  10. Alhamdulillah anakku berarti termasuk cerdas ya. 4 ciri yang disebutkan di atas ada semua di anakku. semoga kita semua diberkahi dengan anak yang cerdas dan pintar ya.soleh dan solekhah.Aamiin

  11. jangan membandingkan si anak bund itu penting banget, karena setiap anak punya potensi dibidang masing-masing ya kak

  12. Rizky Kurnia Rahman Rizky Kurnia Rahman

    Anakku yang kedua usia tiga tahun, tapi kemampuan pikirnya sudah Masya Allah. Membaca artikel ini jadi ada semacam bekal dan bahan buat pendidikan anak usia empat tahun. Makasih.

  13. Banding membandingkan tumbuh kembang anak dengan anak tetangga memang bahaya ya Mbak. Saya kira kalangan dewasa muda saat ini banyak yang menjadi korban perbandingan oleh orang tua mereka dulu. kalaulah tidak dengan anak tetangga, bisa jadi dengan saudaranya yang seayah dan seibu. Tradisi yang perlu dihilangkan nih, karena setiap anak itu istimewa

  14. Shafira Adlina Shafira Adlina

    kurang dari anak tetangga bisa sedih, lebih bisa sombong. bener2, aku yg bukan anak kecil aja ga suka dibandingin apalagi anak2. sebisa mungkin selalu dikaitkan ke Allah sih, allah tuh sayang sama makhluknya yg begini dan begitu hehe

  15. Noted nih. Anak saya baru 2 tahun sih tapi setidaknya dari sekarang saya sudah tahui stimulasi cerdas untuk anak usia 4 tahun. Ini bisa jadi bekal buat saya. Thanks Mbak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: