perbedaan SMA dan SMK

3 perbedaan SMA dan SMK ini saya tuliskan berdasarkan pengamatan mengamati dunia sekolah menengah. SMA dan SMK merupakan jenjang pendidikan menengah. Jadi, pendidikan menengah itu dibedakan lagi menjadi 2, yaitu mengengah pertama dan menengah atas. SMA dan SMK merupakan pendidikan lanjutan dari SMP. Jadi lulusan SMP, bisa memilih untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA atau SMK.

Bagi yang bingung mau memilih melanjutkan ke SMA atau SMK, di sini Mamak akan memaparkan perbedaan SMA dan SMK. Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi lulusan SMP untuk melanjutkan studinya.

1. Materi Pelajaran

Materi pelajaran di SMA lebih banyak berupa pelajaran teori dibandingkan praktek. Jumlah mata pelajaran umum juga lebih banyak. Jadi siswa SMA akan mempelajari banyak materi dengan level kedalaman yang dangkal.

Sementara itu, di SMK pelajaran praktek lebih banyak dibandingkan dengan pelajaran teori. Jumlah mata pelajaran lebih sedikit. Namun jam sekolahnya panjang, karena memang jumlah jam prakteknya besar. Hal ini sesuai dengan tujuan pendirian SMK yaitu memberikan bekal ketrampilan pada siswanya.

2. Seragam Sekolah

Anak SMA identik dengan seragam putih abu. Konon katanya, masa menggunakan seragam putih abu ini adalah masa-masa remaja yang paling indah. Kelas 1 sampai kelas 3, jurusan IPA maupun IPS, seragamnya sama, yaitu putih abu.

Kalau anak SMK, seragamnya lebih berwarna. Anak jurusan teknik komputer dan jaringan, bisa jadi seragamnya warna biru, sementara anak jurusan rekayasa perangkat lunak pakai seragam warna oranye.

seragam SMK

Seragam anak teknik komputer dan jaringan di sekolah A berwarna biru, sementara jurusan yang sama di sekolah B berwarna hitam. Jadi seragam sekolah ini bisa saja jurusannya sama, tapi beda sekolah, warnanya berbeda.

Saya seneng kalau lihat serombongan anak berseragam sekolah, seragamnya beda-beda warnanya. menandakan mereka anak SMK yang berbeda jurusan, namun tetap bisa berteman dengan akrab.

3. Masa Depan

Pendidikan SMA di desain agar siswanya bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi. Itulah mengapa materi pelajarannya juga banyak yang bersifat umum dan pembahasannya tidak mendalam. Karena memang anak SMA dipersiapkan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, di mana di perguruan tinggi ini pembahasan materi pelajaran sudah mengerucut dan makin mendalam.

Sementara itu, pendidikan SMK di desain untuk mempersiapkan lulusannya agar terserap ke dunia industri. Jadi memang SMK itu tujuannya mempersiapkan tenaga kerja level menengah (setingkat operator). Lulus SMK, bisa langsung cari kerja. Jadi jaman Mamak sekolah dulu, teman-teman Mamak ada beberapa yang memilih untuk melanjutkan ke SMK dengan alasan agar setelah lulus nanti cepat memperoleh pekerjaan, dan tidak ada niat untuk kuliah.

Bukan berarti lulusan SMK tak boleh kuliah. Banyak juga kok lulusan SMK yang kuliah. Teman kuliah Mamak dulu juga banyak yang lulusan SMK. Karena Mamak kuliah di jurusan teknik, tentu saja anak-anak SMK ini lebih pandai jika ada mata kuliah praktikum, karena mereka sudah pernah melakukannya saat SMK. Jadi kalau ada mata kuliah praktikum, Mamak memilih untuk satu kelompok dengan anak-anak lulusan SMK ini.

Kalau lulusan SMK ingin kuliah, Mamak sarankan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi vokasi, atau di beberapa universitas menyebutnya sekolah vokasi. Ada yang jenjang D3 dan juga D4.

Nah, itulah 3 perbedaan SMA dan SMK, semoga bisa membantu bagi lulusan SMP yang masih bingung mau melanjutkan sekolah ke mana.

By Nara

22 thoughts on “3 Perbedaan SMA dan SMK yang Wajib Diketahui”
  1. menurut saya, yang paling mencolok perbedaan antara anak SMA dan SMK adalah keterampilannya. Anak SMK biasanya pasti memiliki keterampilan saat lulus sekolah sedangkan anak SMA tidak

  2. template blognya baru ya mbak? Atau bikin 2 blog?

    Eniwei, saya selalu menganjurkan ke mereka yang ekonominya pas pasan untuk ke SMK aja

    tapi katanya lulus sekolah susah cari kerja ya mbak?

    Atau saya yang kudet?

  3. Apapun pilihannya entah itu SMA maupun SMK, yang penting belajar dengan rajin, jujur tidak menyontek, serta berakhlakul karimah, insya Allah bermanfaat

    (NB: komennya si Fenni lagi bener, hehe)

  4. Saya anak SMK dulunya, enaknya SMK memang lebih punya keterampilan dibanding anak SMU, setamat SMK saya lanjut di Teknik Sipil dan ketemu anak SMU, kebanyakan mereka mengeluh tentang tugas gambar teknik hehehe

  5. Beberapa keponakan saya ada yang lebih memilih masuk SMK ketimbang SMA. Dan saya sangat mendukung. Terutama mereka yang memang punya bakat dalam bidang ketrampilan. Tidak kalah kok dengan anak-anak SMA. Bahkan keponakan-keponakan saya ini, setelah bekerja mengenyam pengalaman dalam kurun waktu 2-3 tahun, mereka lanjutkan masuk perguruan tinggi yang sejalan dengan materi yang mereka dapatkan selama di SMK. Hasilnya? mengesankan banget.

  6. Jujur, dulu SMK di zaman saya itu dianggap anak-anak buangan yang gak bisa diterima di sekolah negeri. Kalo sekarang mah SMK justru sekolah paling keren. Di Bali contohnya, tingkat pengangguran paling tinggi justru itu yang lulusan sarjana yang mostly mereka tamatan SMA. Malah anak-anak SMK lebih banyak diserap lapangan pekerjaan. Sekarang juga kampus-kampus banyak membuka kelas vokasi yang fast track buat anak SMK. Makin berebut deh orang masuk SMK.

    1. Iya mbak bener bgt perbedaanya yg paling menonjol 3 itu yah, aku anak SMA merasakan bgt apa yg ditulis mbak, kalu adekku SMK selolahnya memang benar banyak prakteknya

  7. jenjangnya hampir sama dengan di perkuliahan di mana SMK seperti Diploma dan SMA seperti sarjana. Diploma lebih banyak ke praktik dan sarjana lebih ke teori. Sampai ke dunia kerja juga seperti ada pembedanya, lulusan diploma cenderung ke lapangan dan sarjana ke kantoran. Tapi tidak semua bidang usaha seperti ini.

  8. Dulu sepupu saya juga dari SMK dan melanjutkan kuliah mba, materi yang didapat saat SMK ketika itu ngebantu banget kuliahnya sampai dia bisa lulus paling cepat dan mudah mendapat tawaran job

  9. Saya bangga menjadi anak SMK Akuntansi !!! Yeayyy. Pelajaran dari SMK yang masih saya praktekin sampe sekarang adalah MENGETIK 10 JARI. Pelajaran mengetik ngebantu banget saat saya menulis artikel di laptop. Kerjaan jadi lebih cepat dan efisien banget. Nggak perlu nyari huruf di keyboard lagi, hehehe. Lalu akuntansi juga masih saya terapkan di kehidupan sehari-hari, walau nggak rutin banget sih.

    Kalau urusan masa depan tergantung di tangan masing-masing.

    Adios and thank you….

  10. Lullusan SMK memang dipersiapkan untuk bekerja ya mbak. Namun saya perhatikan banyak jg lulusan SMK berkuliah bahkan biasanya lebih siap karena di smk sudah dapat ilmu basicnya misal seperti teknik

  11. Iya sih benar. SMA teoritis sekali. Sementara SMK itu lebih mengedepankan skill. Keduanya sama menariknya sih. Tapi andai disuruh memilih dan kembali ke masa lalu, saya akan memilih SMK. Meski saya sudah melalui masa SMA. Hehe

  12. Iya, seragam anak SMK lebih berwarna. Dan lebih keren kalau menurut mamak yang anaknya sekolah di SMK. Hihihi
    Wah, baru tahu blog barunya Mbak Nanik. hari ini pertama menjejak.

  13. Anak saya yang laki-laki karena suka banget dengan mesin akan saya masukkan ke SMK kak.. karena lebih mendalam dan banyak prakteknya.
    Penjelasan kakak bermanfaat nih buat yang bingung nantinya lulus sekolah atas mau ngapain. Jadi tidak salah memilih antara SMA dan SMK.

    1. Kalau menurutku sih SMK ini model pendidikan yang bagus buat orang2 yang udah tau passionya mau ke mana. Jadi bisa fokus d satu bidang dan ditekuni sampai mahir.

  14. Kebetulan suami lulusan SMK Teknik Bangunan Mbak, trus melanjutkan kuliah ke Arsitektur, emang mumpuni banget yaa di bidangnya. Meski kini bekerjanya malah di bidang keuangan, tp rekan2nya masih sering kasih job terkait bidang arsitek hehe

  15. Saya S1 di jurusan Teknik Mesin, beberapa teman saya berasal dari SMK. Kemampuan praktek mereka memang di atas rata-rata, tepatnya kebanyakan kami yang berasal dari SMA. Tapi memang mereka perlu usaha lebih keras dalam mengejar teori-teori pelajaran. Baik SMA dan SMK punya kelebihannnya masing-masing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *