Bersama dengan datangnya menstruasi atau haid, perempuan biasanya mengalami berbagai kondisi yang tidak nyaman. Tidak hanya perubahan mood, menstruasi juga umumnya disertai rasa nyeri pada bagian perut. Lantas, kenapa perut kram saat haid? Yuk, cari tahu penyebab nyeri haid dan cara mengatasinya!
Apa itu Nyeri Haid?
Menstruasi adalah momen ketika lapisan rahim luruh karena sel telur tidak berhasil dibuahi. Darah dan sebagian jaringan dari rahim akan mengalir ke serviks dan keluar sebagai cairan menstruasi melalui vagina. Kondisi ini secara umum terjadi setiap bulan dengan siklus normal 28-35 hari.
Karena ada bagian tubuh yang rontok dan mengeluarkan darah, wajar jika hal tersebut menyebabkan rasa nyeri. Dalam istilah medis, nyeri haid disebut dismenore. Rasa sakitnya bisa berbeda antar individu. Ada yang hanya merasakan nyeri ringan. Ada pula perempuan yang merasakan nyeri menstruasi sangat parah.
Sebelum mencari tahu tentang penyebab nyeri haid, penting juga untuk mengenali tanda dismenore yang normal dan tidak normal. Nyeri haid dikatakan normal ketika yang dirasakan hanya kram perut ringan. Namun kondisi tidak normal biasanya dapat dikenali dari rasa nyeri yang tak tertahankan, bahkan bisa menyebabkan pingsan.
Nyeri perut saat haid terjadi karena otot rahim berkontraksi untuk merontokkan dan mengeluarkan lapisan pada dinding rahim. Lapisan dinding rahim merupakan tempat calon bayi tumbuh. Sehingga apabila tidak ada pembuahan dan calon bayi yang tumbuh, maka lapisan dinding rahim itu tidak berguna dan akhirnya luruh.
Tubuh perempuan akan menghasilkan hormon prostaglandin yang bertanggung jawab dalam memicu kontraksi rahim. Apabila kadar hormon tersebut naik, maka kram akan lebih parah dan intens. Umumnya, kram perut saat haid terasa di bagian bawah perut, antara perut dan tulang vagina. Terkadang, rasa sakitnya juga bisa menjalar hingga punggung.
Faktor Penyebab Nyeri Haid
Mengetahui faktor penyebab kram perut saat haid termasuk hal yang penting. Dengan mengetahui faktor penyebabnya, perempuan bisa mengetahui kondisi tubuhnya. Penyebab nyeri menstruasi bisa menjadi pertanda kondisi yang tidak normal. Jadi, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
1. Dismenore Primer
Pada kondisi umum, penyebab nyeri haid adalah terjadinya kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisan dinding rahim. Kontraksi tersebut akan menekan pembuluh darah yang memiliki rahim. Selanjutnya, pasokan darah dan oksigen ke rahim terputus sehingga jaringan di dalam rahim mengeluarkan zat kimia yang menyebabkan rasa nyeri.
Setelah itu, tubuh memproduksi zat kimia lain, misalnya prostaglandin yang mendorong kontraksi otot rahim yang lebih intens. Kondisi inilah yang menyebabkan rasa nyeri seperti perut sedang diremas dan disebut dengan istilah dismenore primer. Rasa nyeri dapat dialami remaja perempuan pada menstruasi pertamanya. Pada kebanyakan perempuan, intensitas nyeri haid akan berkurang setelah memiliki anak.
2. Dismenore Sekunder
Penyebab nyeri haid yang tak tertahankan bisa jadi karena gangguan kesehatan tertentu. Nyeri haid yang disebabkan karena penyakit tertentu biasanya sudah muncul sejak beberapa hari sebelum menstruasi. Rasa nyerinya akan semakin parah dan lebih lama ketika menstruasi datang. Bahkan rasa nyerinya bisa bertahan meski menstruasi sudah selesai.
Kondisi yang dijelaskan di atas disebut dismenore sekunder. Selain nyeri di area perut, dismenore sekunder juga disertai keluhan lain, seperti mual, muntah, atau diare. Pada kebanyakan kasus, dismenore sekunder dialami oleh perempuan berusia 30-45 tahun. Jenis penyakit yang menjadi penyebab nyeri haid, antara lain:
- Gangguan radang panggul, yaitu infeksi bakteri yang menyebar dari rahim hingga organ reproduksi lainnya, seperti saluran tuba falopi dan ovarium.
- Endometriosis, yaitu tumbuhnya sel abnormal pada dinding rahim, indung telur, dan saluran tuba falopi. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang lebih para saat proses peluruhan dinding endometrium.
- Fibroid, yaitu tumor yang terjadi pada bagian luar atau dalam dinding rahim. Ini termasuk tumor non kanker.
- Adenomiosis, yaitu kondisi ketika lapisan endometrium tumbuh di dalam dinding otot rahim, sehingga rahim jadi lebih besar dibanding biasanya. Kondisi ini dapat memicu pendarahan dan rasa nyeri yang cukup parah.
3. Penggunaan Alat Kontrasepsi
Penggunaan alat kontrasepsi juga bisa menjadi penyebab nyeri haid. Alat kontrasepsi berupa IUD (intrauterine device) atau yang disebut spiral merupakan yang paling sering menyebabkan nyeri haid. Rasa sakitnya umum dirasakan pada beberapa bulan pertama penggunaan alat kontrasepsi tersebut.
Nyeri haid yang disebabkan penggunaan alat kontrasepsi umumnya disertai dengan gejala lain, seperti pendarahan saat siklus haid, siklus haid lebih lama atau bisa juga tidak teratur, keluar cairan kental dan berbau dari organ intim, serta rasa sakit saat berhubungan intim. Kondisi ini bisa jadi pertanda tidak cocok dengan penggunaan alat kontrasepsi tersebut.
Cara Mengatasi Nyeri Haid
Dismenore adalah masalah ginekologi yang terjadi pada sekitar 50-90% populasi perempuan. Pada nyeri haid yang normal, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meredakannya:
- Kompres perut yang kram dengan air hangat
- Olahraga ringan selama 30 menit
- Hindari junk food dan makanan tinggi lemak
- Hindari kopi, rokok, dan alkohol
- Hindari stres berlebihan
- Perbanyak minum air putih
- Konsumsi makanan tinggi serat
- Istirahat yang cukup

Selain cara di atas, konsumsi obat pereda nyeri juga dianjurkan. Namun jika ingin lebih aman, cobalah mengonsumsi minuman herbal seperti Kunyit Asam Lancar Datang Bulan dari Sido Muncul. Mengandung bahan aktif kurkumin, minuman herbal ini bisa membantu meredakan kram, sakit, dan gejala dismenore lainnya.Jadi selain mengetahui penyebab nyeri haid, tak kalah penting juga memilih produk yang aman untuk meredakannya. Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan dapat dikonsumsi 1-2 botol per hari dari 3 hari sebelum menstruasi hingga selesai.
