Press "Enter" to skip to content

5 Tips Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Dini

Halo sahabat mamak pintar. Bagaimana kabarnya? Semoga sehat dan tetap semangat membersamai anak-anak di rumah ya. Ya, walau kadang ada drama saat menemani anak beraktivitas, nikmati saja prosesnya. Kali ini, mamak mau sharing tentang 5 Tips Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Dini.

Komunikasi yang baik dengan anak usia dini, akan punya pengaruh baik lho untuk tumbuh kembangnya. Sebaliknya, jika orang tua mengabaikan komunikasi yang baik kepada si Kecil, akan berdampak tidak baik pada tumbuh kembangnya.

Salah satu kunci mengasuh anak adalah berkomunikasi dengan si Kecil. Berkomunikasi pun harus dilakukan secara teratur. Untuk menciptakan hubungan yang positif, komunikasi harus terjadi dua arah. Yaitu:

  • Menjadi panutan
  • Pendengar yang baik
  • Merespons perilakunya
  • Luangkan waktu untuk bermain

Tips Komunikasi Efektif dengan Anak Usia Dini

5 tips komunikasi efektif dengan anak usia dini ini Mamak peroleh saat mengikuti sesi belajar parenting lewat group wa. Karena ini pengetahuan yang bagus, dan saya yakin banyak orang tua yang membutuhkan pengetahuan ini, maka Mamak tuliskan di sini.

1. Gunakan kata-kata yang positif dan singkat

Saat berkomunikasi dengan anak usia dini, gunakan kata-kata yang singkat dan bersifat positif. Lebih bagus lagi jika didukung dengan bahasa tubuh yang membantu mengkonkritkan pesan seperti mengangguk, mengembangkan tangan, tersenyum.

Contoh: “Adek hebat, mau meminjamkan mainan yang adek suka.” Sambil mengacungkan jempol

2. Gunakan nada suara yang ramah

Tak hanya anak usia dini, orang dewasa pun pasti akan lebih suka jika berkomunikasi dengan lawan bicara yang menggunakan nada suara ramah, dibandingkan dengan lawan bicara yang nada suaranya tinggi, meledak-ledak penuh emosi.

Tak dipungkiri, ternyata sekarang ini bentuk komunikasi negatif masih sering ditemukan seperti memanggil anak dengan panggilan negatif, menggunakan nada bicara tinggi memerintah dan tak memberikan waktu untuk mendengar anak.

Kalau kita sebagai orang tuas, bicara seperti itu efeknya akan berdampak membuat si Kecil diam, melawan, menentang, tidak peduli, dan sulit bekerja sama. Lalu ada yang kita curi dari anak kita juga yaitu kebiasaan berpikir, memilih, dan mengambil keputusan.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya orang tua perlu memerhatikan cara berkomunikasi dengan anak. Turunkan frekuensi bicara dan perhatikan juga bahasa tubuh anak

3. Gunakan lagu

Anak usia dini rata-rata suka mendengarkan nada, senang mendengar lagu. Nah orang tua pun bisa berkomunikasi dengan anak usia dini dengan cara melagukan apa yang ingin di sampaikan. Tak perlu terpaku untuk meniru nada lagu yang sudah dikenal anak, orang tua bisa berimprovisasi dengan nada-nada.

4. Bermain peran

Anak kecil itu suka sekali meniru. Komunikasi efektif dengan anak usia dini bisa memanfaatkan kebiasaan ini. Ajaklah anak untuk bermain peran.

komunikasi efektif dengan anak usia dini
Bermain jual beli

Mamak ingat, jaman kecil dulu suka sekali bermain pasaran. Bermain peran menjadi penjual dan pembeli. Memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar, uangnya pakai daun atau kertas. Kami berkomunikasi layaknya orang dewasa dalam melakukan proses jual beli.

5. Mengadakan rutinitas membaca buku

Metode bercerita dan percakapan saat bermain jauh lebih efektif dalam menyampaikan pengajaran. Pilih buku yang dekat dengan keseharian anak, seperti tentang rutinitas, mengenal emosi, dan membangun rasa percaya diri.

Membacakan dongeng dengan nada suara dan wajah yang ekspresif juga bisa digunakan untuk menyampaikan suatu pengajaran pada anak. Dalam dongeng, selalu terselip pesan tentang budi pekerti. Usai membacakan dongeng, bisa dimanfaatkan untuk berkomunikasi dengan anak usia dini tentang kesannya setelah mendengar dongeng tersebut. Tentu saja orang tua harus memberikan pancingan, karena mungkin anak usia dini belum bisa menyampaikan secara lisan apa yang ada dalam pikirannya.

Misalnya, “Kasihan ya kelinci dalam dongeng tadi, jadi adek harus sa…. sama si meong ya”

“Kalau adek jadi Ali, adek mau ngapain?”

komunikasi efektif anak usia dini

Dengan membaca buku, maka diharapkan si Kecil akan mendapatkan banyak kosa kata baru yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dalam kesehariannya.

Nah itulah 5 tips komunikasi efektif dengan anak usia dini. Semoga bermanfaat.

Salam

Mamak Pintar

26 Comments

  1. Betul mbk, komunikasi dengan anak usia dini harus ekstra sabar. Ya karena jelasin ya pun berulang ulang hehe. Ini masih menjadi PR besar saya. Jadi inget, kapan hari sempat main pasar pasaran juga nih sama anak.. Seru banget

  2. Makasiih remindernya Mbak Nanik. Memang harus selalu diingatkan krn teorinya mudah tapi pelaksanaannya itu yang masih bolong2 hehehe. Jadi seperti halnya makan, harus berulang, hal2 seperti ini jg harus berulang diingatkan.

  3. maasyaallah bener banget nih mak tips yang udah share, biar bisa komunikasi secara efektif dengan anak usia dini

  4. Anak-anak itu tipe yang simpel. Jadi baiknya memang pakai bahasa yang mudah dipahami. Pakai lagu juga jadi lebih mudah belajarnya

  5. Nurul Sufitri Nurul Sufitri

    Anak2ku dulu pas masih kecil biasanya paling demen bermain beran dan menbaca buku cerita. Atau sambil berkumpul santai2 nonton televisi kita bisa banyak ngobrol apa aja. Kalau pakai lagu apalagiii duh, girang banget, anak2 jadi melafalkannya plus komunikasi dengan orang tua juga makin lancar karena caranya menyenangkan.

  6. Komunikasi dengan anak memang harus dilakukan sedini mungkin ya, Mbak. Jangan mentang-mentang mereka masih kecil, jadi dianggap belum bisa diskusi.

    Padahal mereka pasti akan bisa mencerna. Asalkan disesuaikan dengan usia. Seperti poin-poin yang dituliskan di sini

  7. Anak saya dulu paling suka kalau dibacakan buku atau bermain peran. Memang dia lebih cepat mengerti kalau dikasih tau dengan cara itu. Meskipun ya angin-anginan juga, kadang belum selesai baca bukunya udah bosan.

  8. Membaca cerita itu favorit ya mba. Terus pas makan snack gitu biasanya ngobrol sambil beritahu lebih kenaa pas ada camilannya..anak2 kritis banget ya mbaa, sampe gelagapan aku kadang jawabnya

  9. Memang komunikasi jadi kunci ya dalam pengasuhan anak usia dini. Sehingga mereka akan bertumbuh kembang baik nanti. Dengan mendengarkan lagu, bermain peran, membaca buku….dan kegiatan seru lainnya membuat anak dekat dengan orangtua dengan cara yang menyenangkan

  10. Evi Evi

    Setuju banget Mbak, bahwa anak mengawali pengenalan terhadap dunia dari orang tuanya. Nah komunikasi lah yang paling berperan saat transfer pengetahuan begini. Orang tua yang mengerti bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak usia dini, Insya Allah anaknya akan tumbuh sesuai harapan mereka. Amin

  11. Harapannya memang dengan nada yang ramah, suara enak didengar kalau mendidik anak. Namun tak jarang suara keras keluar kalau anak rewel emaknya stress. Haa.

    Maka tak heran juga ya, banyak anak sekarang yang kalau diajak bicara suka teriak-teriak, karena dari orang tuanya juga yang pas berkomunikasi dengan anaknya begitu.

    Self reminder banget nih buat saya.

  12. Jika anak terbiasa mengungkapkan perasaan dengan bebas maka ia juga ringan dalam melangkah ya Mak..kita ajari anak berkomunikasi dan mengungkapkan perasaannya dengan baik..

  13. Iya dengan berkomunikasi anak belajar mengungkapkan perasaan dan pendapat nya dengan bebas ya Mbak..

  14. Makasiii tipsnya mba Nanik
    Kayaknya ntar mau saya bagikan ke salah satu sepupu.
    Doi gampang ‘panas banget’ kalo ngobrol ama anaknya yg masih balita. hadeehhh

  15. Komunikasi yang baik adalah kunci keluarga harmonis ya mbak, baik komunikasi dengan anak maupun dengan pasangan biar masalah cepat teratasi dengan baik

  16. Komunikasi dengan anak harus dimulai sejak dini yah mbaak, yang paling penting juga menurutku kita harus belajar jadi pendengar yang baik yah.

    Di masa pandemi seperti sekarang yang mana kita harus di rumah terus, komunikasi dengan anak harus terbuka banget, jadi rajin dengerin mereka curhat nih hehe

  17. Beneran butuh waktu ekstra untuk membersamai anak usia dini yaa, yang penting komunikasi sama anak dan hadir utuh menemaninya.

  18. Waktu anak-anak masih kecil dulu, aku suka ngajakin ngobrol tiap abis pulang kerja. Nggak peduli badan capek yang penting mengajak anak-anak komunikasi dengan bercerita ngapain aja seharian di rumah dan sekolah. Jadi anak kayak dihargai gitu

  19. Yup yup! Suka sedih kalo liat orangtuanya bentak bentak anak hiks hiks
    ..
    Anak pasti terluka dan itu membekas dalaaam banget di hatinya! Peluk anak anak .. terimakasih mbak Nanik tulisan ini seharusnya di baca banyaaaaaak ibu ibun di seluruh dunia

  20. dietadeufi dietadeufi

    Alhamdulillah no 1-4 sudah saya jalani, Mba Nanik.. tinggal yang no 5 nih yg belum. Cuma sekali baca buku. Maunya baca lewat laptop. Kayaknya saya perlu banyak rayuan nih biar mau baca buku ya.

  21. Aku masih latihan nada suara, kak…dari dulu sampai sekarang selalu masalah.
    Hiiks~
    Tapi anakku uda masuk usia SD, uda apal kalau mama suaranya tinggi, belum tentu marah, hehehe…sukanya kadang kaya becanda gitu…

  22. Aprillia Ekasari Aprillia Ekasari

    Anak2 emang peniru ulung jd kadang khawatir kalau salah ucap atau tindakan ya mbak.
    Iyes aku pernah konsul ma psikolog anak soal anakku, emang sebaiknya pakai kalimat langsung
    aja, singkat jelas sama anak kecil jgn bertele2. Trus kudu diulang 2gtu sarannya plus tahan2 nada tinggi haha

  23. Iya mbak, kelekatan dengan anak itu penting yaa agar anak mengerti bahwa dia dicibtai dan disayangi orangtuanya. Agar nanti mereka percaya diri dan tumbuh dengan sehat

  24. Setuju mba.. stimulasi untuk berbahasa ini penting dari balita ya.. biasanya aku baca buku atau mendongeng sebelum tidur

  25. setuju banget dalam menggunakan kata-kata yang positif dan singkat 😀 agar anak juga mudah memahami ya Bun

    • Mesti menyesuaikan dengan mimik wajah ramah dan intonasi yang rendah harus dilatih ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: