anak gemar membaca

Anak gemar membaca, siapa sih yang nggak pengen? Agar anak gemar membaca, tentu saja perlu ada pembiasaan sejak dini, tak bisa diperoleh secara instan. Orang tua perlu berjuang, dan juga berkorban, agar kebiasaan membaca ini tertanam sejak dini.

Memiliki Anak Gemar Membaca Bukan Proses Instan

Mamak sering banget dapat pertanyaan, sekaligus keluhan, dari teman-teman Mamak yang anaknya susah banget di suruh belajar (membaca)

“Kok anakmu bisa betah banget sih baca buku. Nggak pengen nonton TV atau main game gitu?”

“Aduh, aku udah kehabisan akal nih nyuruh anakku supaya mau baca bukunya.”

“Mak, pinjam buku anakmu ya. Aku mau suruh anakku rajin baca buku juga”

Itulah beberapa pertanyaan dan keluhan yang disampaikan pada Mamak.

Anak-anak Mamak, alhamdulillah bisa betah baca buku, karena mereka menikmati kegiatan membaca itu. Mereka melakukannya dengan sukarela, Mamak nggak pernah memaksa mereka untuk membaca. Mereka juga sering nonton TV, sering main hp, sering main game di laptop maupun di hp. Mamak juga nggak melarang mereka nonton TV maupun main game. Kami cuma membuat kesepakatan, bahwa walau mereka lagi asyik nonton TV atau main game, kalau sewaktu-waktu Mamak manggil, kegiatan nonton TV atau main game itu harus dihentikan.

Emang Mamak manggil mereka buat apa?

Buat minta tolong. Minta tolong kakak buat angkat jemuran kala di luar tampak gelap karena mendung. Bilang pada babang buat cuci piring yang numpuk. Membagi tugas supaya Kakak menyapu, sementara Babang menemani Toto main. Meminta tolong bilas cucian di mesin cuci. Mengingatkan sudah waktunya ambil buku pelajarannya dan di baca. Minta tolong mengerjakan tugas yang Mamak berikan.

Baca juga : Mendidik Anak Lelaki; Ajarkan Pekerjaan Rumah Tangga

Balik lagi ke urusan mereka betah dan menikmati membaca buku, ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Melainkan karena mereka terbiasa melakukannya sejak dini. Bahkan sejak bayi mereka sudah diperkenalkan dengan kegiatan membaca.

Pembiasaan Sejak Dini agar Anak Gemar Membaca

Suatu perbuatan baik yang dibiasakan sejak anak masih usia dini, pasti akan melekat hingga dia dewasa kelak. Susah untuk hilang. Demikian pula dengan perbuatan buruk.

Bisa jadi karena kondisi dan situasi, perilaku baik itu akan berkurang intensitasnya, atau bahkan tak pernah lagi dilakukan. Tapi saya yakin, si anak masih ingat kebiasaan itu. Suatu saat ia akan kembali merindukan, lalu melakukannya. Demikian pula dengan kebiasaan membaca.

Sejak kecil, Mamak suka membaca. Kesukaan ini sebenarnya pelarian karena Mamak merasa minder kalau bergaul dengan teman-teman. Jadi Mamak memilih menyendiri dan membaca. Untung Bapak dulu langganan koran, jadi sejak kecil Mamak terbiasa membaca koran.

Semakin besar, Mamak juga mengalami pasang surut dalam kegiatan membaca. Ada kalanya betah seharian di kamar membaca buku. Ada kalanya dalam sebulan, tak satu pun buku yang Mamak selesaikan membacanya. Tapi Mamak tetap suka membaca. Minimal baca status teman di facebook, atau baca caption IG.

1. Membacakan Buku

Sejak anak-anak bayi, Mamak sering membacakan buku untuk mereka. Nggak harus buku anak-anak. Buku-buku bacaan Mamak pun sering saya bacakan buat mereka. Mereka memang belum ngerti. Ini hanya membiasakan mereka untuk mendengar dan melihat Mamak membaca buku.

cara membuat anak gemar membaca
Kakak membacakan buku buat Toto yang masih bayi

2. Mengajak Anak ke Toko Buku

Upaya kedua dalam pembiasaan agar anak gemar membaca adalah mengajak anak ke toko buku. Di sana mereka bisa melihat buku bacaan yang macamnya banyak sekali.

Yang paling saya suka kalau mengajak anak ke toko buku adalah tokonya lumayan sepi. Pengunjung tak terlalu ramai sehingga bisa tenang berlama-lama memilih dan membaca-baca buku. Saya juga bisa tenang ‘melepas’ anak-anak untuk ‘mengacak-acak’ buku yang di display hihihi…. Ajak aja ke display buku untuk anak-anak, tapi pastikan buku-buku yang tak terbungkus plastik kita jauhkan dulu, kalau nggak bisa jadi rebutan dan di robek-robek ama mereka.

toko buku
Walau belum bisa membaca, mereka senang diajak ke toko buku

Walau belum bisa membaca, anak anak senang di ajak ke toko buku. Babang sesekali menyebutkan huruf-huruf yang ada di sampul buku, kadang menyebut nama hewan yang ada di sampulnya. Adeknya sesekali menyebut nama hewan/benda yang di gambar sampul buku. Kadang menghampiri saya sambil bawa bukunya dan bertanya “ini apah?” sambil jemari kecilnya menunjuk gambar yang dimaksudkannya.

3. Sediakan Anggaran untuk Membeli Buku

Ke toko buku nggak cuma lihat-lihat, tapi pasti ada yang di bawa pulang. Mamak selalu menyediakan anggaran untuk membeli buku buat anak-anak. Tahu sendiri lah ya, buku anak berkualitas itu mahal harganya. Tapi demi anak pasti bakal dilakuin.

anak gemar membaca
Sambil nunggu pesanan makanan, membaca buku yang barusan dibeli

Selain membeli di toko, Mamak juga langganan majalah buat anak-anak. National geographic kids, Bobo dan Donald Bebek. Tapi waktunya nggak bersamaan. Jadi setahun langganan Bobo, tahun berikutnya Donald Bebek, tahun berikutnya National geographic kids.

Mamak dan suami kalau habis dari toko buku, kadang suka bercanda gini “anggaran beli buku tiap bulan ini, bisa lho buat bayar cicilan motor”. Iya waktu itu kami masih tinggal di kontrakan, kemana-mana naik angkot karena nggak punya motor.

Yah, prioritas orang kan beda-beda ya. Ada yang milih duitnya buat beli motor, sebagian orang milih duitnya buat beli baju. Ada yang heboh kalau ada handphone keluaran terbaru dan pengen segera membeli. Kalau kami saat itu milih duitnya buat beli buku.

4. Membaca Bersama

Saat anak-anak sudah bisa membaca, kami membiasakan untuk membaca bersama. Membaca bersama ini bisa berarti waktunya bersamaan tapi buku yang dipegang beda untuk tiap orang. Bisa juga berarti satu buku dibaca bersama, bergantian.

Jika satu buku dibaca bersama, maka kami akan membaca dengan suara keras. Asyiknya kalau membaca bersama dengan suara keras ini, kalau ketemu tulisan berupa dialog, kami bisa ekspresif mengubah nada suara dan juga mimik wajah. Bisa jadi ramai karena menurut Babang wajah saya datar aja, padahal dialognya lagi nangis sedih. Dia pun lalu protes. Kadang kakak yang protes karena raksasa kok suaranya kecil.

cara membuat anak suka membaca

Suasananya berkebalikan kalau buku yang kami baca berbeda. Semua membaca dalam hati, suasana jadi hening. Kalau ada yang membaca sambil bersuara, pasti bakal langsung kena protes karena menganggu konsentrasi yang lain.

5. Membaca dan Berkisah

Membaca dan berkisah ini bertujuan untuk melatih kemampuan anak berkomunikasi dan mengungkapkan apa yang dipikirkannya. Caranya adalah memberi waktu anak untuk membaca selama 30 menit, lalu meminta anak untuk menceritakan apa yang barusan dibacanya.

Tentu saja, Mamak harus sudah pernah membaca buku itu sebelumnya. Jadi Mamak bisa memberikan pancingan dengan melontarkan pertanyaan saat anak-anak kesulitan untuk menceritakan apa yang baru saja dibacanya.

***

Itulah perjuangan yang telah Mamak lakukan untuk membuat anak-anak gemar membaca. Kalau teman-teman pembaca gimana? Boleh lho share pengalamannya di kolom komentar

By Nara

37 thoughts on “Ini Perjuanganku untuk Membuat Anak Gemar Membaca”
  1. Kegiatan membaca bersama selain bisa menambah keakraban, dapat pula menjadi obrolan asik ya. Karena bisa tanya, tadi kamu baca apa, tokohnya siapa, apa sih dia, dsb.

  2. Bagian membaca bersama, pernah disampaikan juga oleh Ummu Balqis, Mbak. Beliau pun sama ada kegiatan membaca bersama dg buku berbeda, setelah itu diminta menjelaskan apa yang mereka baca kalau nggak salah begitu deh. Sama seperti yang poinmu ke 5 juga itu. Jadi seperti bedah buku ya.

    Benar banget, sejak bayi anak boleh dikenalkan buku, kita menceritakan isi buku, meski anak belum paham. Tapi, anak sudah merekam suara-suara dan kata yang pernah ia dengar. Insyaallah anak akan terbiasa dg kegiatan membaca.

  3. Sesuai dengan nama domainnya “mamakpintar” yang benar-benar peduli ya akan tumbuh kembang anak termasuk literasi/membaca.
    Anak-anak memang sangat penting diarahkan untuk lebih menyukai kegiatan menulis dan membaca sejak dini. Ada banyak aplikasi baca yang keren seperti Let’s Read app yg bisa diinstal di ponsel cerdas (smartphone).
    Btw, lihat foto2 anak2 kak Nanik luar biasa ya, sudah kayak yasinan gitu kumpul jadi satu hehe 😀 eh, ternyata lagi membaca bersama ya, keren2…mantap patut dicontoh.

  4. Memang sebagai orang tua banyak hal-hal yang harus diperhatikan ya mba, termasuk minat membaca. Di Indonesia apalagi ga bisa dipungkiri minat bacanya terendah. Dengan adanya pembelajaran atau menumbuhkan minat baca dari kecil berharap ke depan bisa membantu anak itu sendiri. Meski sulit tapi tetap dijalani prosesnya dengan baik

  5. Kalau saya malah sering melihatnya beberapa orangtua resah karena anaknya belum bisa membaca. Padahal menurut pengalaman saya, anak jangan dipaksa untuk bisa membaca. Tetapi, harus senang dengan buku dulu. Kalau udah gemar membaca, anak bisa membaca tanpa ada paksaan. Cara-cara di postingan ini juga saya lakukan ketika anak-anak saya masih kecil.

    1. Memang untuk membuat anak suka membaca itu butuh pembiasaan ya Mba. Dirutinkan dalam kegiatan sehari-hari. Membaca nyaring juga mengenalkan buku adalah beberapa cara yang pernah saya coba

  6. Alhamdulillah dapat ilmu penting, tapi yg juga tidak kalah penting, dan sangat jarang sekali dilakukan orang tua terhadap anak adalah, menyiapkan anggran khusus untuk membeli buku seperti yg sudah dijelaskan pada artikel diatas. Semoga artikel ini mengingatkan banyak para orang tua.

  7. hihihi Toto kecil udah belajar membaca

    saya juga selalu meluangkan waktu dan menyiapkan anggaran untuk buku bacaan

    biasanya saya bawa mereka ke Gramedia untuk emmilih sendiri buku, karena beberapa kali kejadian

    saya memilihkan mereka bacaan ternyata mereka nggak suka

  8. wuah membaca bersama ini ya gong-nya
    jadi dia gak ngerasa aneh kalau hobinya membaca buku
    membaca memang cara paling ampuh untuk menghindarkan anak dari gadget dan game yg bikin candu parah

  9. kita mengajarkan anak untuk rajin membaca buku tapi kalau kitanya sendiri tidak sering terlihat membaca buku di depan anak anak, maka usaha kita pun sia sia…
    Membaca bersama bisa jdi salah satu solusinya…

  10. Bener banget mbak.. bikin anak gemar membaca tuh gak bisa instan. Perlu banyak hal yang harus diperjuangkan. Tapi saat mereka udah dekat dengan buku, ah semua perjuangan terasa terbayarkan.

  11. Kegiatan membaca bersama keluarga memang suatu kebiasaan yang baik. Mereka jadi terbiasa untuk membaca ya mb.. alhamdulillah anakku senang membaca bareng abangnya

  12. Gemes banget itu si kaka bacain buku untuk adik bayinya, tapi itu dulu yang aku lakuin loh mba pas anakku bayi, aku sering bacain buku buat anakkubahkan sedari bayi

  13. Pada kenyataannya memang pembiasaan-pembiasaan baik harus dipupuk sedari kecil. Saya sudah membuktikannya. Saat anak-anak saya masih di bawah usia 10tahun, ditengah kesibukan dan kelelahan bekerja (saat itu masih jadi orang kantoran), selalu membiasakan diri membacakan cerita saat mereka beranjak tidur. Konsisten setiap malam. Hingga kini akhirnya mereka hobi membaca.

  14. aku jadi salfok sana foto anak balitanya yang manyun itu kak. ehhe..
    emang bener untuk membaca perlu dibiasakan sejak dini, aku dulu pas kecil juga dibiasain buat membaca.. tapi ya ketika dewasa jadinya porsi fokus pun berubah. memang harus lebih giat lagi untuk membaca agar sumber ilmu pengetahuan gak menghilang.

  15. Buku adalah jendela dunia jadi sengan membaca kita akan lebih banyak tau tentang segala sesuatu setuju sih untuk membiasakan anak membaca buku sejak dini..

  16. Kadang ada orang tua yang suka nyuruh anaknya baca buku. Sedangkan dianya sendiri jarang bahkan tidak pernah baca buku. Keren ih mamak ngajarin anak biar suka buku dulu baru bacanya. Sabar dan semangat membiasakan anak sering berinteraksi dengan buku.
    Anaknya lucu banget, gemes..

  17. Dua tahun ini anggaran buat beli buku aku nyaris ngga ada. Hampir semua tersedot ke pembelian kuota untuk belajar daring. Untung ada buku2 Tinlit stok lama buat Si Sulung yang mulai remaja.

  18. Pasti membuahkan hasil kak usaha-usahanya ini. Ingat banget dulu mama selalu membacakan cerita. Ga ada buku fisiknya pdahal, tapi itu aja udah bikin aku curios banget sama buku cerita. Ditambah dukungan dari sodara-sodara juga yang sering ngenalin buku ke adiknya. Akhirnya aku jadi suka baca.

  19. keren nih perjuangan mamak dalam melatih budaya membaca pada anak. mulai dari mengajak ke toko buku, membaca nyaring, membaca dengan ekspresi dll. Sudah kibaca lengkap kak artikelnya. Makasih ya.

  20. Beruntung sih kak, aku dulu sejak kecil selalu dibiasain membaca sama Ibu. Jadi inget kalau tiap bulan pasti sering ke toko buku dan akhirnya jatuh hati ke aroma buku. Sampe sekarang yah meskipun media membaca berbeda, masih tetep gemar. Nanti kalau aku udah menikah dan punya anak, pasti bakal nurunin kebiasaan gemar baca

  21. Waaahh… Menginspirasi banget Mba. Patut dicontoh terutama bagi Ortu2 zaman now sebelum stress karena anaknya kecanduan game.
    Senyam senyum pas baca ‘uang buat beli buku, bisa buat cicilan motor’… Tapi namanya skala prioritas, ya pasti diusahain.
    Setuju banget Mba, harga buku anak emang mahal tapi semua itu jadi investasi berharga.

  22. Kedua anak saya dikenalkan buku sejak kecil. Tapi makin gede si kakak lebih nyaman baca secara digital, sekarang udah SMA. Adiknya masih 3.5 tahun, nah yang ini sepertinya akan suka baca buku.

  23. Saya merasa membiasakan membaca untuk anak-anak ini menjadi PR saya setiap hari. Saya juga mengenalkan buku elektronik kepada mereka. Harapannya agar saat menggunakan gadget mereka tidak hanya bermain dan menonton saja, tapi juga bisa membaca. Semoga anak-anak kita bisa membaca makna apa yang tersirat dan tersurat ya, aamiin.

  24. Mbak Nani adalah ibu bekerja yang sangat baik sekaligus ibu terbaik bagi anak-anak. Menyenangkan sekali bisa melakukan banyak hal untuk mereka termasuk dalam hal literasi keluarga.

  25. Saya juga kasih reward bila anak mampu menyelesaikan bacaan dan menceritakan ulang pada saya dengan akan memasakkan masakan yang dia request setelahnya. Jadi anak-anak makin semangat buat membaca dan memahami bacaan yang dia baca

  26. Keren sekali Bun… Memang sangat perlu ketelatenan dalam mengajarkan anak agar suka buku dan membaca. Jika anak sudah mencintai bacaan dan buku, pasti jadi anak pinter dan berilmu nantinya.

  27. Tantangan membuat anak-anak generasi Z dan generasi alfa seperti anak saya supaya suka membaca itu besar banget. Mereka udah kadung lebih dulu kenal gadget. Kalo membaca pun, mereka lebih senang dibacakan, didongengkan. Disuruh baca sendiri itu susah. Meski demikian, selalu ada cara dan selalu ada jalan kan. Tugas orang tua, khususnya ibu yang terus menstimulasi anaknya supaya gemar membaca.

  28. Membaca itu banyak manfaatnya. Semakin banyak membaca, semakin besar peluang menjadi pintar. Karena itu, banyak orang tua yang pengen anaknya pintar membaca. Tapi melalui artikel ini, kita diingatkan bahwa kebiasaan membaca itu nggak instan. Tapi harus dibiasakan. Keren artikelnya, Bu.

  29. Baca artikel ini, saya berharap pemerintah bisa memfasilitasi dengan membuka lebih banyak perpustakaan lagi. Bukan hanya perpustakaan daerah tapi juga perpustakaan di beberapa bagian kota. Kualitas buku dan fasilitas juga ditingkatkan sehingga orangtua tidak lagi pusing memikirkan budget membeli buku, karena mereka tinggal punya satu kartu dan iuran tahunan yang bisa memberikan kebebasan meminjam buku untuk anak anak, seperti di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *